Selasa, 02 Juni 2015

Galau dipenghujung semester

Hai, ini Anis di hari ini. Yang entah kapanpun dan siapapun yang membaca, ingat aja, kalau hari ini tiba-tiba Anis-nya lagi galau! Iya, galau. -emang siapa yang bakal peduli?-

Sebenernya nggak galau-galau amat. Cuma lagi banyak pikiran aja. 2 minggu lagi UAS. Banyak TUGAS. Tapi belum ada satu pun yang aku kerjain. Panik? Jelas lah. Tapi ya gitu, nggak ada usaha apa-apa. Malah diem aja. Buka leptop cuma sekedar buka. Mau ngerjain tugas, masih males banget. Gimana sih ini. Taun lalu pas baru aja wisuda, pengen kuliah lagi. Giliran udah kuliah lagi, kayak nggak niat banget gini :(

Sedih sebenernya, tapi gimana? Nggak bisa ngerjain kalau emang nggak ada niat sama sekali. Sementara niat dateng kalau udah ngantuknya bukan main. Duh.

Ini kuliah S2 padahal, berasa masih kayak main-main. Kuliah berasa kayak S1. Entah ini cuma perasaan aku aja apa gimana, pengennya main dan kuliner terus. Nggak biasanya gini. Dulu waktu masih di Semarang, perasaan nggak gini-gini amat. Niat nggak niat, tetep aja ngerjain tugas. Lha ini? Dimana salahnya sebenernya nggak ngerti.

Semogaaaaa, cepet dikasih niat, cepet dikasih semangat. Kalau emang kuliah mau cari ilmu doang, itu maunya. Tapi ini nggak e, mau cari nilai juga. Biar nggak sia-sia. Pengen bisa pinter kayak temen-temen.

S.E.M.A.N.G.A.T!!!

Selasa, 27 Januari 2015

setiap perubahan

Tiba-tiba berhasrat sekali pengen nulis ini setelah sepagian ini ngobrol-ngobrol nggak jelas sama sahabat saya. Hihi. Nggak usah disebutkan namanya, jenis kelaminnya laki-laki. 

Saya kenal dia sudah lamaa sekali. Sekitaran enam tahun yang lalu saat lulus SMA. Tapi sekalipun belum pernah bertemu. Ya, semacam sahabat pena. Sahabat pena yang semua kontaknya punya, mulai dari semua media sosial, sampai BBM, no WhatsApp dan no telefon. Keren ya? Hahaha.

Saya nggak pernah tahu kesehariannya seperti apa. Baik dulu maupun sekarang. Terkadang kamu nggak perlu tahu-tahu banget apa urusan orang sekalipun itu sahabatmu kan? Ada satu hal yang entahlah, buatku sangat menarik dari dirinya. Dia sudah berubah sekarang. Berubah jadi yang lebih baik maksudnya. Subhanallah, alhamdulillah. Allahu Akbar. Barakallah.

Sungguh, ikutan seneng sama perubahan dia ini. Jadi ceritanya bermula semenjak beberapa waktu lalu. Waktu itu, dia BBM saya, minta dikirimin mp3 surat Ar-Rahman dan surat Al-Waqiah. Terus, saya cari-cari. Kebetulan saya punya aplikasinya, saya download dan saya kirim ke dia. Katanya tugas dia selanjutnya adalah menghafal. Subhanallah. Semoga kelak kau menjadi hafiz ya ^_^

Pagi ini saya ngobrol sama dia masalah kodratnya laki-laki dan perempuan.
Dia bilang, perempuan itu kodratnya adalah mengurus rumah tangga. Saat belum juga laki-laki datang ke dia, saat itu perempuan sebaiknya menyibukkan diri dengan urusan rumah tangga (kurang lebih begitu).
Dia bilang, kalau perempuan belum menikah, ya sibukkan diri dengan membahagiakan orang tua. Kalau nanti sudah menikah, tugas perempuan adalah manut dan patuh sama suaminya. Untuk urusan menyenangkan orang tua ya anak laki-laki, bukan perempuan.
Entah bagaimana, sesaat aku nggak paham kenapa bisa ngomong gitu. Lama-lama ngerti juga. Saya sudah dewasa, pemikiran saya bisa berubah. Apalagi dia? Dia kan laki-laki. Memang proses pematangan pikiran laki-laki lebih lambat dibandingkan perempuan. Tapi sahabat saya ini sungguh luar biasa :D

Dan bahkan dia repot-repot capture chat itu. Entahlah untuk apa -_-

Nggak cuma belajar agama, dia juga ngajarin ilmu kejiwaan dan sebagainya. Saya rasa, dengan berada jauh dari orang tua, merantau, benar-benar merasakan susah senang, jatuh dan bangkit sendiri, berjuang demi mencari rizki yang halal, sudah membuatnya berubah. Tentu saja ke arah yang lebih baik.
Nggak pernah seadem ini ngobrol sama dia. Biasanya kan cuma berantem nggak jelas.

Semoga engkau, wahai sahabatku, tetap istiqomah di jalan Allah. Semoga Allah selalu melancarkan dan membukakan pintu rizki dan jodohmu selebar-lebarnya. Semoga Allah senantiasa melindungimu. Semoga Allah berkenan mengabulkan cita-citamu yang mulia itu. Semoga akan datang jodoh yang baik untukmu kelak. aamiin.

^_^

Jumat, 16 Januari 2015

Goodbye, Neni

Udah dua hari ini pengen banget nulis tentang dia. Tentang seorang sahabat yang sudah tiada. Neni Nur Khasanah.

Halo Neni!
Apa kabar ya kamu? Aku pastikan kamu selalu baik-baik aja sama Allah. Pastilah :)
Aku kangen Ne sama kamu. Nggak kerasa ya, udah 3,5 tahun kamu nggak ada :')
Dua hari yang lalu, 14 Januari tepatnya, itu hari kelahiran kamu. Aku masih inget banget lho, Ne. Foto kamu yang dulu aku "curi" diem-diem hihi, tapi habis itu aku bilang kan ya? ;)
Aku masih simpen di figura di atas meja belajar di kamarku lho. Masih ada banget, Ne.

6 Juni 2011,
Hari ini satu temanku pergi,
pergi jauh takkan pernah kembali,
sekeras apapun menangis
takkan merubah yang tlah terjadi
harusku lepas

hari ini, kan ku ingat kembali
semua tepak jalan waktu bersamanya
setiap kata yang tlah diucap
bagai warisan yang telah disiapkan
harus ku jaga

slamat jalan, slamat jalan teman
slamat jalan, sampai jumpa

Tuhan yang aku cinta, mudahkan jalan dia
Tuhan yang aku cinta, sambut kehadirannya

Hari ini satu temanku pergi,
pergi jauh takkan pernah kembali,
sekeras apapun menangis
takkan merubah yang tlah terjadi
harusku lepas

mulai hari ini takkan terulang lagi
senyum canda marah atau kecewanya
badai rindu yang kini ku rasa
badai rindu yang tak pernah reda
sampai jumpa

Sampai Jumpa - Sheila On 7 (Album Musim Yang Baik)

Aku yang bodoh, justru terakhir ketemu kamu 4 tahun yang lalu. Waktu kamu terbaring sakit di ranjang rumah sakit. Kita yang waktu itu sudah lama tak berjumpa. Trenyuh banget, Ne liat kondisi kamu waktu itu. Dengan tubuh bengkak semua karena sakit ginjalmu :(
Di antara sakitmu, dan di antara tangismu, kamu sempet bilang sama aku, kalau aku harus pinter jaga kesehatan, jangan lupa minum air putih. Dan aku nggak ngerti kenapa, seolah kamu tahu itu terakhir kali kita ketemu. Maafin aku, Ne.

Siang itu, 6 Juni 2011, di tengah perjalanan menuju ibukota Provinsi Jawa Tengah, Tika ngabarin aku kalau kamu udah nggak ada, Ne. Seketika rasanya badanku kayak nggak punya tulang buat nopang. Lemes. Tapi nggak bisa apa-apa. Menangis pun masih kerasa sulit buatku. Bahkan di saat terakhir kamu, aku nggak bisa nengok kamu :(
Maaf Ne.
Tapi, setiap hari, aku selalu doakan yang terbaik buatmu, Ne.

Inget nggak dulu, kita selalu bareng-bareng berempat. Aku, kamu, Ade, dan Tika. Main-main bareng, satu kelas, ngapa-ngapain juga bareng. Kamu itu, luar biasa, Ne. Kamu udah ngajarin aku banyak hal, makasih ya, Ne.

Ne, dua sahabat kita udah nikah lho. Tika bahkan udah punya putri kecil yang lucu. Aku masih seperti ini. Sementara Ade udah bahagia sama suaminya. Kamu yang tenang ya, Ne disana. Kami nggak akan pernah lupa sama persahabatan kita dulu. GGB. Inget kan? Geng Gila Bener. Hihihi.

Makasih ya Ne, sudah mau jadi sahabatku.
Semoga Allah akan selalu memudahkan jalanmu.
Semoga Allah akan senantiasa memelukmu dengan indah.
Bismillah Ne, semoga kamu akan menjadi salah satu bidadari penghuni surga. Aamiin.

14 Januari 1991-6 Juni 2011
Semoga tenang disisi Allah SWT.
aamiin.